Olahraga

Jepang Posisi Depan Sebagai Destinasi Tamasya Kuliner Teratas 2023, Thailand Mengekor

Jakarta – Makanan jadi salah satu aspek lebih-lebih bagi sektor pariwisata Thailand untuk dapat menarik pelancong, lebih-lebih pelancong asing. Tetapi berdasarkan survei, posisi Jepang melampaui Thailand sebagai destinasi tamasya kuliner paling dicari pada 2023.

Nithee Seeprae, wakil direktur pemasaran mahjong slot dan komunikasi, Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), mengungkapkan proyek Thailand Culinary Image Assessment dan Michelin Guide Thailand 2023 yang menggelar survei opini pelancong asing (wawancara online 1.800 sampel, wawancara 1.200 sampel) dan pelancong Thailand (wawancara online 800 sampel, wawancara 400 sampel), dilakukan oleh KenetiXs Consulting Co Ltd.

Mendalami persepsi dan efektivitas proyek Michelin Guide Thailand pada 2023, survei ini menemukan bahwa di kalangan pelancong asing, kesadaran akan Michelin Guide untuk cafe dan akomodasi tetap berada di angka 76 persen, sama seperti tahun sebelumnya. Tetapi, kesadaran terhadap Michelin Guide Thailand meningkat menjadi 18 persen dari 16 persen pada tahun sebelumnya.

Panduan ini juga memengaruhi opsi tujuan perjalanan. Sebanyak 62 persen mengambil keputusan berdasarkan tutorial hal yang demikian, sama seperti tahun sebelumnya.

Belanja Makanan Wisman di Thailand Meningkat

Survei juga meneliti sangkaan jumlah pelancong asing yang mengetahui dan pernah merasakan proyek Michelin Guide Thailand pada 2023. Akibatnya, 40 persen pelancong asing mengetahui proyek hal yang demikian, dan hal hal yang demikian memengaruhi 11 persen dalam keputusan mereka untuk mengunjungi Thailand, yaitu sekitar 1,86 juta orang.

Perkiraan ini didasarkan pada target jumlah pelancong dari 23 negara yang bertamasya ke Thailand pada Januari sampai September 2022 dan pernah makan di cafe kampiun penghargaan Michelin, yaitu sebesar delpan persen atau sekitar 1,33 juta orang.

Meskipun tingkat kesadaran proyek Michelin Guide Thailand pada 2023 mendekati angka 39 persen pada 2022, dan dampaknya terhadap keputusan mengunjungi Thailand tetap sama, yaitu sebesar 11 persen, sangkaan jumlahnya pada 2022 yaitu 940.000 orang.